![]() |
| Komitmen Bersama Wujudkan Ekosistem Pendidikan Kolaboratif di Kayong Utara |
SUARAMILENIALKALBARNEWS.COM (KAYONG UTARA) –
Program KREASI (Kolaborasi untuk Anak Indonesia) kembali mempertegas
komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Kayong
Utara melalui penguatan sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama,
kepala sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan pendidikan. Komitmen tersebut
diwujudkan dalam pelaksanaan Program KREASI tahun kedua yang melibatkan puluhan
sekolah intervensi di tiga kecamatan.
Project Manager KREASI
Muhammadiyah Kayong Utara, Rezky Farnanda, mengatakan bahwa pada tahun kedua
ini Program KREASI akan melakukan pembinaan terhadap 30 sekolah yang tersebar
di Kecamatan Sukadana, Simpang Hilir, dan Teluk Batang. Dari jumlah tersebut,
sebanyak 27 sekolah berada di bawah naungan Dinas Pendidikan, sementara 3
madrasah berada di bawah binaan Kementerian Agama.
“Sebaran sekolah intervensi
terdiri dari 5 sekolah di Kecamatan Sukadana, 15 sekolah di Kecamatan Simpang
Hilir, dan 10 sekolah di Kecamatan Teluk Batang,” jelas Rezky dalam sambutannya
pada hari Rabu (132/5/2026).
Ia menerangkan bahwa Program
KREASI tahun kedua memiliki enam paket intervensi utama, yakni pembinaan guru
kelas rendah (kelas 1–3), penguatan kepemimpinan kepala sekolah, perlindungan
anak, penguatan kelompok bermain anak, advokasi terhadap ekosistem pendidikan,
serta dokumentasi dan penyebarluasan praktik baik program.
Menurutnya, fokus utama program
tahun ini adalah menghadirkan pelatihan dan pendampingan yang lebih terarah
guna meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah intervensi.
“Kami berharap melalui pelatihan
dan pembinaan terhadap guru kelas rendah, penguatan kepemimpinan kepala
sekolah, perlindungan anak, serta advokasi terhadap ekosistem pendidikan,
Program KREASI dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan
di Kabupaten Kayong Utara,” ujarnya.
Sementara itu, Perwakilan
Kementerian Agama Kabupaten Kayong Utara, Sudirmansyah, menegaskan bahwa
keberhasilan Program KREASI sangat ditentukan oleh sinergi dan integritas
seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, kolaborasi antara Pemerintah Daerah,
Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, dan seluruh satuan pendidikan menjadi
kunci utama dalam mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Ia juga menekankan pentingnya
pelaksanaan pakta integritas yang tidak hanya bersifat administratif, namun
diwujudkan dalam tindakan nyata yang berdampak langsung kepada peserta didik.
“Mari kita jalankan Program
KREASI ini dengan penuh kejujuran, tanggung jawab, dan kesungguhan agar
manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan anak-anak didik di sekolah
masing-masing,” ungkapnya.
Di kesempatan yang sama,
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Syarifah Masna,
menyampaikan bahwa penetapan sekolah intervensi dilakukan melalui proses
diskusi dan kajian bersama dengan mempertimbangkan sejumlah indikator penting,
seperti akreditasi sekolah, rapor pendidikan, serta capaian literasi dan
numerasi yang masih berada pada kategori sedang maupun rendah.
Ia menjelaskan bahwa sekolah
sasaran pada tahun kedua merupakan sekolah baru yang dipilih berdasarkan
kebutuhan peningkatan mutu pendidikan di masing-masing wilayah.
Menurutnya, pelaksanaan Program
KREASI pada tahun pertama telah memberikan dampak positif terhadap sekolah
intervensi sebelumnya, terutama dalam peningkatan kemampuan numerasi, literasi,
serta capaian rapor pendidikan sekolah.
“Sengaja untuk sasaran tahun ini
kita mengganti sekolah sebelumnya dengan sekolah intervensi yang baru, karena
Program KREASI telah memberikan dampak positif terhadap sekolah-sekolah
sebelumnya. Nilai numerasi dan literasi meningkat, begitu juga dengan rapor
pendidikan sekolah,” jelasnya.
Menutup kegiatan tersebut,
Syarifah Masna mengajak seluruh kepala sekolah untuk berkomitmen penuh
mendukung pelaksanaan Program KREASI tahun kedua, termasuk aktif menugaskan
guru serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan.
Melalui pelaksanaan Program KREASI tahun kedua ini, diharapkan tercipta penguatan ekosistem pendidikan yang kolaboratif, inklusif, dan berkelanjutan guna mendukung peningkatan mutu pendidikan bagi anak-anak di Kabupaten Kayong Utara. (HH/tim liputan).

Social Header