Breaking News

Sujiwo: Nama Saya Hancur Tak Apa, Asal Rakyat Batu Ampar Punya Masa Depan

Bupati Sujiwo Saat Dihadapan Warga Batu Ampar Yang Terdampak Polemik Arang Mangrove

KALBAR.SATUSUARA.CO.ID (KUBU RAYA) – Suasana dialog antara Bupati Kubu Raya, Sujiwo dengan masyarakat Desa Batu Ampar, Selasa (19/5/2026), berlangsung penuh emosi. Di hadapan warga, Sujiwo menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan mangrove yang menjadi penyangga kehidupan pesisir.

 

Dengan nada tegas dan penuh kepedulian, Sujiwo menyatakan dirinya siap mempertaruhkan segalanya demi mencari jalan tengah atas polemik aktivitas petani arang bakau dan isu kerusakan lingkungan yang belakangan menjadi sorotan.

 

“Saya akan pertaruhkan segalanya demi perut rakyat dan demi lestarinya mangrove,” tegas Sujiwo disambut perhatian warga yang hadir.

 

Dalam dialog tersebut, Sujiwo mengungkapkan bahwa dirinya telah mencabut kebijakan diskresi yang sebelumnya diterapkan menyusul berbagai polemik dan tudingan yang berkembang di tengah masyarakat.

 

Menurutnya, pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap dua kepentingan besar yang sama-sama penting, yakni menjaga lingkungan dan memastikan masyarakat tetap bisa bertahan hidup.

 

“Lingkungan wajib kita selamatkan, kita jaga dan kita lestarikan. Tapi perut rakyat juga harus kita perhatikan. Maka kita carikan solusi,” ujarnya.

 

Bupati Sujiwo menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan berhenti pada sebatas wacana. Dari hasil pendalaman yang dilakukan, sekitar 15 persen masyarakat Batu Ampar diketahui belum tergabung dalam koperasi yang ada.

 

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk segera ditangani melalui langkah konkret.

 

Ia memastikan, melalui perubahan APBD dan keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah akan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

 

“Saya bukan memberi wacana. Saya akan hadir memberikan solusi konkret untuk masyarakat,” katanya.

 

Di tengah upaya mencari solusi tersebut, Sujiwo juga mengaku prihatin atas berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia menyebut sempat dituduh menerima pungli hingga disebut mengumpulkan upeti untuk merusak lingkungan mangrove.


Bahkan, dirinya mengaku sempat mendapat telepon dari aparat terkait persoalan itu.

Namun demikian, Sujiwo menegaskan dirinya tidak gentar menghadapi berbagai tudingan tersebut selama perjuangannya masih untuk kepentingan masyarakat.

 

“Kalau hanya nama saya yang hancur, saya ikhlas. Tapi saya tidak rela institusi seperti Polres, Kodim, Kejaksaan, hingga Angkatan Laut ikut menjadi korban karena ulah oknum tertentu,” tegasnya.

 

Meski diterpa berbagai isu dan tekanan, Sujiwo memastikan dirinya akan tetap berada di garis depan untuk memimpin perubahan di Batu Ampar. Ia optimistis desa pesisir tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi lebih sejahtera di masa depan.

 

“Saya yakin Desa Batu Ampar punya masa depan yang besar. Dan saya akan memimpin langsung perubahan itu,” pungkasnya. (tim liputan).

© Copyright 2022 - Suara Milenial Kalbar