Breaking News

Tanggapi Isu Akun PMB, Ketua BEM UNU Kalbar Minta Publik Kedepankan Tabayun dan Akurasi

Ketua BEM UNU Kalbar Minta Publik Kedepankan Tabayun dan Akurasi

SUARAMILENIALKALBARNEWS.COM (PONTIANAK) – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Barat, Sahroni, mengajak seluruh sivitas akademika maupun masyarakat untuk menyikapi informasi yang beredar di media sosial secara bijaksana, objektif, dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas beredarnya pemberitaan yang mengaitkan akun Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNU Kalbar dengan aktivitas siaran langsung di media sosial. Menurut Sahroni, setiap informasi yang dipublikasikan kepada masyarakat semestinya memenuhi kaidah jurnalistik, yakni akurat, berimbang, dan memberikan ruang klarifikasi kepada pihak yang diberitakan.

 

"Jangan terburu-buru menyimpulkan suatu peristiwa hanya berdasarkan potongan informasi atau narasi yang belum memperoleh penjelasan resmi dari pihak kampus. Setiap informasi yang menyangkut nama baik institusi pendidikan harus disampaikan secara hati-hati dan dapat dipertanggungjawabkan," tegas Sahroni.

 

Ia menilai, pemberitaan yang belum melalui proses verifikasi secara menyeluruh berpotensi menimbulkan kesalahpahaman sekaligus membentuk opini publik yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Karena itu, ia mengimbau seluruh pihak agar mengedepankan prinsip tabayun sebelum mempercayai maupun menyebarluaskan informasi.

 

Sahroni juga memastikan bahwa hingga saat ini seluruh aktivitas akademik di UNU Kalimantan Barat berjalan normal. Proses perkuliahan, pelayanan kepada mahasiswa, hingga Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tetap berlangsung sebagaimana mestinya tanpa mengganggu komitmen kampus dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.

 

"UNU Kalbar tetap fokus menjalankan tugasnya sebagai lembaga pendidikan. Aktivitas akademik dan pelayanan kepada mahasiswa terus berjalan dengan baik sesuai mekanisme yang berlaku," ujarnya.

 

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk menunggu penjelasan resmi apabila terdapat persoalan yang memerlukan klarifikasi. Menurutnya, penyebaran informasi yang belum terverifikasi hanya akan menimbulkan persepsi negatif yang dapat merugikan banyak pihak, mulai dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga calon mahasiswa yang sedang mencari informasi mengenai kampus.

 

Sebagai perguruan tinggi, lanjut Sahroni, UNU Kalbar senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai akademik, profesionalisme, etika, serta keterbukaan. Apabila terdapat persoalan administratif maupun teknis, hal tersebut merupakan bagian dari proses evaluasi internal yang dapat diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku di lingkungan kampus.

 

Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga etika bermedia sosial di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, budaya klarifikasi atau tabayun harus menjadi kebiasaan bersama agar ruang digital tetap menjadi sarana edukasi, bukan tempat berkembangnya informasi yang belum tentu benar.

 

Di akhir pernyataannya, Sahroni mengajak seluruh sivitas akademika, alumni, dan masyarakat untuk terus mendukung kemajuan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat. Ia menegaskan bahwa kritik dan masukan merupakan bagian penting dalam proses pembangunan institusi, namun harus disampaikan secara konstruktif, berbasis data yang valid, serta tidak membangun narasi yang dapat merugikan nama baik kampus tanpa dasar yang jelas.

 

"Mari bersama-sama menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan dengan mengedepankan akurasi, keseimbangan informasi, dan tanggung jawab dalam menyampaikan setiap informasi kepada masyarakat," pungkasnya. (tim liputan).

© Copyright 2022 - Suara Milenial Kalbar