![]() |
| Kecelakaan Bus Akibat Klakson Telolet |
KALBAR.SATUSUARA.CO.ID (JAKARTA) -
Sebagian publik di media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kecelakaan
beruntun yang diduga melibatkan rombongan bus pariwisata 'Trip Anyer 2026' di
Tol Tangerang-Merak, Kota Serang, Banten.
Dalam unggahan Instagram
@sipalingbanten, pada Selasa, 25 Agustus 2026, kecelakaan diduga bermula ketika
bus paling depan mengerem secara mendadak.
Hal yang menyita perhatian,
beredar dugaan insiden bus yang mengerem mendadak itu disebabkan untuk
merespons aksi anak-anak pemburu klakson 'telolet'.
"Bus tersebut disebut
merespons pemburu klakson telolet yang berada di pinggir jalan tol," tulis
postingan tersebut.
Akibatnya, jarak antarbus yang
terlalu dekat diduga membuat kendaraan di belakang tidak sempat menghindar
sehingga kecelakaan beruntun tak terhindarkan.
"Benturan tersebut
menyebabkan beberapa bus mengalami kerusakan pada bagian depan maupun
belakang," sambungnya.
Lantas, bagaimana awal mula
insiden kecelakaan beruntun yang dialami rombongan bus pariwisata di Tol
Tangerang-Merak itu? Berikut ini kronologinya.
Bertabrakan di Area KM 70
Usut punya usut, kecelakaan
beruntun yang melibatkan rombongan bus pariwisata Trip Anyer 2026 itu terjadi
di area bahu jalan Tol Tangerang-Merak KM 70, pada Minggu, 23 Agustus 2026
pagi.
Terpisah, Kasat PJR Serang,
Kompol Denny Yudha Hermawan mengatakan sejumlah anak diduga turun ke bahu jalan
tol untuk meminta sopir membunyikan klakson telolet.
Denny memastikan, insiden
rombongan bus pariwisata yang saling bertabrakan itu tidak sampai menimbulkan
korban jiwa.
"Kecelakaan tidak
menimbulkan korban jiwa maupun luka," ungkap Denny
Kendati demikian, Denny menilai,
maraknya aksi berburu 'telolet' itu dengan cara merekam momen tersebut pada
area yang tergolong berbahaya.
Pemburu 'Telolet' Ngacir dari
Lokasi
Denny mengungkapkan, saat petugas
tiba di lokasi, anak-anak yang diduga melakukan aksi berburu telolet tersebut
sudah tidak berada di lokasi.
Setelah insiden, petugas kemudian
melakukan penyisiran di sepanjang jalur tol untuk mencegah kejadian serupa
kembali terjadi.
Polisi mengingatkan masyarakat,
khususnya pemburu telolet, agar tidak masuk ke badan jalan tol.
Aksi tersebut tidak hanya
membahayakan diri sendiri, tetapi juga dapat mengancam keselamatan pengemudi
dan penumpang kendaraan lain.
Hingga berita ini terbit, belum
ada keterangan lanjutan ihwal jumlah korban maupun kondisi para penumpang atas
kecelakaan beruntun yang melibatkan bus pariwisata di Tol Tangerang-Merak
tersebut.* (sumber : Jaringan Media Siber).

Social Header