![]() |
| Kadis Kesehatan, Wan Iwansyah Dan Direktur RSUD TBSI Kubu Raya, dr. Asep Ahmad Saepulloh |
SUARAMILENIALKALBARNEWS.COM (KUBU RAYA) –
Polemik terkait insiden yang terjadi di RSUD Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI)
Kabupaten Kubu Raya dan sempat viral di media sosial akhirnya berujung damai.
Kedua belah pihak sepakat
menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan setelah menjalani proses
mediasi yang difasilitasi oleh manajemen RSUD TBSI bersama Dinas Kesehatan
Kabupaten Kubu Raya.
Direktur RSUD TBSI Kubu Raya, dr.
Asep Ahmad Saepulloh, mengatakan proses mediasi berlangsung dalam suasana penuh
kekeluargaan. Kedua pihak, kata dia, telah saling memahami kondisi yang terjadi
saat insiden berlangsung.
“Kedua pihak bisa bersatu, saling
memaklumi bahwa kejadian seperti itu bisa terjadi di manapun dan kapan pun pada
saat kondisi panik,” ujar Asep dalam keterangannya yang dibagikan kepada awak
media pada hari Senin (10/8/2026).
Asep menjelaskan, situasi panik
dalam kondisi tertentu memang dapat memicu terjadinya kesalahpahaman. Karena
itu, ia mengapresiasi sikap kedua pihak yang memilih menyelesaikan persoalan
melalui dialog dan musyawarah.
Pihak keluarga pasien juga telah
menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada petugas RSUD TBSI terkait
insiden yang terjadi.
Menurut Asep, penyelesaian secara
kekeluargaan tersebut menjadi langkah penting agar persoalan tidak terus
berkembang dan menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Wan Iwansyah, meminta masyarakat tidak lagi
memperpanjang atau berspekulasi terkait insiden tersebut, terutama melalui
media sosial.
Wan mengaku menyaksikan langsung
proses mediasi antara kedua belah pihak. Ia menyebut pertemuan berlangsung
dalam suasana guyub dan penuh rasa kekeluargaan.
“Tadi saya menyaksikan langsung
prosesnya (mediasi) sangat guyub, penuh rasa kekeluargaan. Semoga tidak ada
lagi spekulasi di media sosial terkait persoalan yang terjadi,” kata Wan.
Ia menegaskan bahwa persoalan
tersebut telah diselesaikan setelah petugas RSUD menerima permintaan maaf yang
disampaikan pihak keluarga pasien.
Meski telah berakhir damai, Wan
berharap insiden serupa tidak kembali terjadi. Ia menilai setiap persoalan yang
muncul dalam pelayanan kesehatan harus menjadi bahan evaluasi bersama, baik
bagi rumah sakit, tenaga kesehatan maupun masyarakat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu
Raya, lanjutnya, berkomitmen terus melakukan pembenahan dan meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan.
Hal itu dilakukan agar RSUD TBSI
tidak hanya mampu memberikan pelayanan medis yang optimal, tetapi juga menjadi
rumah sakit yang semakin dipercaya dan dibanggakan masyarakat Kubu Raya.
“Harapan kita tentu kejadian
seperti ini tidak terulang lagi. Kita akan terus melakukan pembenahan dan
peningkatan mutu pelayanan agar RSUD TBSI betul-betul bisa menjadi rumah sakit
kebanggaan masyarakat Kabupaten Kubu Raya,” pungkasnya. (tim liputan).

Social Header