![]() |
| Direktur Perumda Air Minum Tirta Raya, Harmawan |
SUARAMILENIALKALBARNEWS.COM (KUBU RAYA) – Musim
kemarau mulai memberikan dampak terhadap ketersediaan dan distribusi air bersih
di Kabupaten Kubu Raya. Perumda Air Minum Tirta Raya menyebut terdapat dua
faktor utama yang menjadi tantangan dalam memenuhi kebutuhan air pelanggan,
yakni pendangkalan Sungai Kapuas dan meningkatnya konsumsi air masyarakat.
Direktur Perumda Air Minum Tirta
Raya, Harmawan, mengatakan kondisi tersebut mulai terasa seiring memasuki musim
kemarau. Bahkan, puncak kemarau diperkirakan terjadi pada November mendatang.
Menurutnya, faktor pertama yang
cukup memengaruhi produksi air bersih adalah pendangkalan Sungai Kapuas yang
terjadi cukup ekstrem. Kondisi tersebut berdampak terhadap kapasitas
pengambilan dan produksi air baku yang dapat diolah Perumda.
“Yang pertama adalah pendangkalan
Sungai Kapuas. Kondisinya cukup ekstrem sehingga berpengaruh terhadap kapasitas
produksi air baku,” ujar Harmawan, Senin (10/8/2026).
Sementara faktor kedua adalah meningkatnya
konsumsi air bersih masyarakat. Kondisi ini terjadi karena sumber air
alternatif, khususnya tampungan air hujan milik warga, mulai mengering akibat
tidak adanya hujan.
“Air tampungan hujan masyarakat
sudah banyak yang kering. Akibatnya, kebutuhan air dari Perumda meningkat cukup
signifikan. Konsumsi pelanggan yang biasanya sekitar 12 meter kubik per bulan
kini naik menjadi sekitar 15 hingga 16 meter kubik,” jelasnya.
Lonjakan konsumsi tersebut
kemudian turut memengaruhi sistem distribusi. Pelanggan yang berada di wilayah
paling jauh dari booster atau pompa pendorong menjadi kelompok yang paling
merasakan dampaknya.
Tekanan air yang menurun
menyebabkan aliran air bersih tidak dapat menjangkau seluruh wilayah pelanggan
secara maksimal, terutama pada saat kebutuhan air meningkat.
Harmawan memastikan Perumda Tirta
Raya terus melakukan berbagai upaya agar kebutuhan dasar masyarakat terhadap
air bersih tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau.
Namun, ia juga meminta masyarakat
untuk ikut berperan dengan menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan.
“Musim kemarau ini menjadi
tantangan bersama. Kami berharap masyarakat dapat menggunakan air secara hemat
agar distribusi tetap bisa menjangkau seluruh pelanggan,” pungkasnya.
Perumda Tirta Raya berharap
kesadaran masyarakat dalam menghemat penggunaan air dapat membantu menjaga
ketersediaan dan kelancaran distribusi air bersih, terutama hingga puncak musim
kemarau mendatang. (Tim Liputan).

Social Header