![]() |
| SRLT FPK Se-Kalimantan ke-2 Resmi Dibuka |
SUARAMILENIALKALBARNEWS.COM (PONTIANAK) – Wakil
Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menghadiri sekaligus membuka
secara langsung kegiatan Silaturahmi Regional Lintas Tokoh (SRLT) Forum
Pembauran Kebangsaan (FPK) Se-Kalimantan ke-2 Tahun 2026, yang diselenggarakan
oleh Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (15/10/2026)
malam.
Kegiatan yang berlangsung di
Pendopo Gubernur Kalimantan Barat ini diikuti para tokoh lintas etnis, kepala
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta ketua Forum Pembauran
Kebangsaan dari seluruh provinsi di Kalimantan. Pertemuan tersebut menjadi
momentum strategis untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, dan membangun
komitmen bersama dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Turut hadir Wakil Gubernur
Kalimantan Utara, Ingkong Ala, S.E., M.Si., Kepala Badan Kesbangpol Kalimantan
Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah beserta jajaran dan Ketua FPK
masing-masing provinsi.
Hadir pula Kepala Badan Intelijen
Negara Daerah (Kabinda) Kalimantan Barat, Brigjen Pol. Teddy Gusnandar,
Wakapolda Kalbar Brigjen Pol. Hindarsono, S.I.K., S.H., M.Hum., perwakilan
Pangdam XII/Tanjungpura, Dankodaeral, Danlanud Supadio, perwakilan Kejaksaan
Tinggi Kalimantan Barat, tokoh lintas etnis se-Kalimantan Barat, serta pengurus
FPK kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.
Wagub: FPK Harus Menjadi Wadah
Pemersatu Masyarakat
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur
Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas
terselenggaranya SRLT FPK Se-Kalimantan ke-2 Tahun 2026. Menurutnya, kegiatan
ini memiliki arti penting sebagai wadah silaturahmi dan komunikasi antartokoh
lintas etnis untuk menjaga keutuhan serta memperkokoh persatuan dan kesatuan
bangsa.
Ia menegaskan bahwa keberagaman
suku, agama, budaya, dan latar belakang tidak seharusnya menjadi alasan untuk
terpecah belah. Sebaliknya, perbedaan harus menjadi kekuatan dalam membangun
kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Wagub juga mengingatkan bahwa
seluruh manusia pada hakikatnya berasal dari satu keturunan, yakni Adam dan
Hawa. Oleh karena itu, tidak sepatutnya ada sekat yang memisahkan masyarakat
berdasarkan perbedaan etnis maupun latar belakang lainnya.
Krisantus berharap FPK dapat
terus mengambil peran aktif sebagai wadah pemersatu masyarakat, sekaligus
menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat
mengenai pentingnya menjaga toleransi, persaudaraan, dan stabilitas daerah.
Ia juga mengajak seluruh elemen
masyarakat agar menyikapi berbagai isu yang berkembang di daerah secara
bijaksana, cermat, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dipelintir
sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman maupun konflik antarkelompok.
Menurutnya, komunikasi yang baik,
sikap saling menghormati, serta kemampuan menyaring informasi menjadi hal
penting dalam menjaga suasana kondusif di Kalimantan.
Selain itu, Wagub mengajak FPK
dan seluruh tokoh lintas etnis untuk turut mendukung program-program
pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, demi kemajuan
daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Burhanudin Ahad: Harapkan
Rekomendasi Strategis untuk Menjawab Persoalan Daerah
Sementara itu, Ketua Forum
Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Kalimantan Barat, H. Burhanudin Ahad,
menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan
Barat atas dukungan serta perhatian terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia juga mengucapkan terima kasih
kepada para gubernur se-Kalimantan yang telah mengirimkan perwakilan untuk
berpartisipasi dalam SRLT FPK Se-Kalimantan ke-2 Tahun 2026.
Menurut Burhanudin, kegiatan yang
berlangsung selama dua hari, yakni 16–17 Oktober 2026, tidak sekadar menjadi
ajang silaturahmi antartokoh lintas etnis, tetapi juga diharapkan menghasilkan
gagasan dan rekomendasi konkret dalam menghadapi berbagai persoalan yang
berkembang di wilayah Kalimantan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan
pembukaan di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat pada Jumat (16/10/2026).
Selanjutnya, pada hari kedua, Sabtu (17/10/2026), kegiatan akan dilaksanakan di
Balairungsari Rumah Adat Melayu dan diakhiri dengan kunjungan ke sejumlah situs
toleransi di Kota Singkawang.
Pemilihan Kota Singkawang sebagai
lokasi kunjungan penutup diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada para
peserta mengenai pentingnya merawat keberagaman, memperkuat toleransi, serta
membangun kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah perbedaan.
Burhanudin menegaskan, salah satu
harapan utama dari pelaksanaan SRLT kali ini adalah lahirnya rekomendasi yang
dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan
dalam menyikapi sejumlah persoalan strategis di Kalimantan.
Beberapa isu yang diharapkan
menjadi perhatian bersama meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla),
aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI), kelangkaan bahan bakar minyak
(BBM), bencana kekeringan, serta optimalisasi peran Ketua Forum Pembauran Kebangsaan
dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial masyarakat.
Ia berharap hasil pertemuan
tersebut tidak berhenti pada diskusi dan pertukaran pandangan semata, tetapi
dapat ditindaklanjuti melalui sinergi lintas provinsi, koordinasi antarlembaga,
serta langkah nyata sesuai kewenangan masing-masing pihak.
Perkuat Sinergi Lintas Tokoh
untuk Kalimantan yang Harmonis
Pelaksanaan SRLT FPK
Se-Kalimantan ke-2 Tahun 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi
dan kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh lintas etnis, serta
organisasi pembauran kebangsaan dalam menjaga persatuan di wilayah Kalimantan.
Di tengah dinamika sosial dan
beragam tantangan daerah, peran tokoh masyarakat dinilai penting untuk
membangun kesadaran bersama, mencegah berkembangnya prasangka antarkelompok,
serta mendorong penyelesaian persoalan melalui dialog dan musyawarah.
Melalui kegiatan ini, FPK
diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai jembatan komunikasi antara
masyarakat dan pemerintah, sekaligus menjadi garda penggerak pembauran
kebangsaan yang mengedepankan toleransi, persaudaraan, dan semangat kebinekaan.
Dengan semangat persatuan dan
kesatuan, SRLT FPK Se-Kalimantan ke-2 Tahun 2026 diharapkan melahirkan
rekomendasi yang bermanfaat bagi pembangunan daerah serta memperkuat komitmen
bersama untuk mewujudkan Kalimantan yang aman, damai, harmonis, dan sejahtera.
(Sumber : Wulan/Tim Humas FPK Kalbar).

Social Header